Rabu, 09 Mei 2012

Dunamis Foundation Pelatihan implementasi budaya kepemimpinan

Dunamis Foundation Pelatihan implementasi budaya kepemimpinan di SDSN 12 Benhil, Jakarta Pusat.

 
Sekolah Dasar Standar Nasional (SDSN) 12 Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, yang menjadi sekolah negeri pertama berbasis karakter kepemimpinan di Indonesia, menggelar pelatihan Implementasi Budaya I. Pelatihan yang digelar beberapa hari lalu ini, diikuti oleh para guru, komite sekolah, serta staf administrasi SDSN 12 Benhil.

Implementasi Budaya I merupakan bagian dari penerapan program The Leader in Me, setelah sebelumnya ada Vision Day dan pelatihan The 7 Habits of Highly Effective Educators oleh Dunamis Foundation. Direktur Dunamis Foundation Andiral Purnomo mengatakan, The Leader in Me merupakan program membangun karakter anak didik sejak dini melalui pengembangan karakter kepemimpinan pendidikan  dengan pembentukan budaya sekolah.

Proses implementasi diawali dengan pembentukan budaya kepemimpinan di sekolah yang meliputi tiga tahapan yaitu Vision Day, Pelatihan The 7 Habits of Highly Effective Educators, dan Pelatihan Implementasi Budaya Level 1. Fase ke-2 dalam tahap implementasi adalah aplikasi penggunaan alat bantu untuk penerapan budaya kepemimpinan di sekolah dan ditunjang dengan pelatihan Implementasi Budaya Level 2. Sementara itu, fase ke-3 implementasi adalah memaksimalkan hasil dari penerapan budaya kepemimpinan.

“Tujuan dari pelatihan implementasi budaya level 1 adalah untuk mempersiapkan guru dan manajemen sekolah untuk mengimplementasikan budaya kepemimpinan di SDSN 12 Benhil,” tambah Andiral.

Pelatihan implementasi budaya level 1 The Leader in Me di SDSN 12 Benhil difasilitasi langsung oleh Andiral  dan membahas mengenai enam pilar pendukung penerapan The Leader in Me yang menggunakan pendekatan menyeluruh termasuk dengan pemberian keteladanan (modeling),  lingkungan sekolah yang mendukung (environment: lihat-dengar-rasa), materi ajar (curriculum),  cara penyampaian (instruction),  hingga  system (systems), dan tradisi kepemimpinan (traditions) yang diselaraskan dengan visi dan misi sekolah bersangkutan.

Program The Leader in Me menggunakan pendekatan menyeluruh (whole-school approach). Pendekatan ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada siswa, melainkan juga kepada  guru, manajemen sekolah hingga  orang tua murid untuk memiliki karakter kepemimpinan melalui  prinsip universal  7 Habits. Program The Leader in Me sendiri diadopsi dari prinsip The 7 Habits of Highly Effective People karya DR. Stephen R. Covey yang telah disesuaikan penerapannya untuk lingkungan sekolah.

Para siswa SDSN 12 Benhil pun diharapkan dapat belajar bagaimana menerapkan The 7 Habits dalam kegiatan mereka sehari-hari, baik dalam pelajaran dan perilaku sehari-hari. Program diberikan kepada anak didik melalui transfer knowledge dari para pendidik, baik melalui materi ajar kurikulum, juga melalui teladan seluruh guru dan komponen sekolah, hingga praktek-praktek kepemimpinan di dalam dan luar kelas.  


[Sumber : Kompas.com]
Baca Selengkapnya

Nilai UN Belum Layak Jadi Tiket Masuk PTN


Masih banyaknya persoalan terkait penyelenggaraan dan hasil ujian nasional dinilai memicu keraguan terhadap kredibilitas UN. Karena itu rencana pemerintah untuk mengintegrasikan hasil UN sebagai syarat seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri atau SNMPTN perlu dikaji secara cermat.

 Menurut Raihan Iskandar, anggota Komisi X DPR, masih ada keraguan pada kredibilitas UN sendiri. "Selama masih terjadi berbagai kecurangan dalam penyelenggaraan UN, kredibilitas hasil dari UN patut dipertanyakan dan belum layak dijadikan tiket masuk ke PTN," katanya di Jakarta, Selasa (8/5/2012).

Apalagi, kata dia, dengan keragaman sekolah-sekolah yang ada, baik dari segi sarana dan prasarana maupun kualitasnya, berpengaruh terhadap kualitas peserta didiknya. Jadi, menurut dia, jika UN dijadikan tiket masuk ke PTN,  hanya sekolah-sekolah tertentu yang memiliki peluang besar untuk diterima di PTN.

Selanjutnya, pemerintah juga dinilai perlu mengkaji potensi munculnya "mark up" nilai UN (nilai rapor) ulah sekolah-sekolah yang memiliki kualitas rendah. Karena akan ada pertanyaan besar pada kualitas siswa yang diterima di PTN jika nilai sekolah sama-sama tidak kredibel dengan hasil UN.

"Oleh karena itu, untuk mencegah munculnya praktik "mark up" nilai sekolah, pemerintah perlu membuat aturan sanksinya. Dengan demikian,  tiap sekolah nantinya tidak sembarangan meng-upgrade nilai sekolah siswa mereka," ujarnya.

Selain itu, politikus dari Fraksi PKS ini menambahkan, secara teknis mekanisme SNMPTN selama ini menerima pendaftaran bagi siswa yang lulus di tahun sebelumnya. Jika pemerintah memberlakukan UN sebagai seleksi masuk PTN,  menurut dia, pemerintah harus membuka peluang pendidikan vokasi bagi siswa yang tahun sebelumnya tidak lulus PTN dan bermaksud mengikuti seleksi masuk PTN kembali.

"Jadi, banyak hal yang perlu dikaji secara cermat oleh pemerintah sebelum memberlakukan kebijakan ini untuk menghindari implikasi negatif," pungkasnya.

Seperti diberitakan, mulai 2013 pemerintah akan menjadikan jalur undangan sebagai satu-satunya pintu masuk PTN. Jalur undangan sendiri bisa didapatkan dari gabungan nilai sekolah dengan hasil UN. Selain untuk mengusung semangat integrasi pendidikan menengah ke pendidikn tinggi, kebijakan ini dinilai lebih efisien dari segi pendanaan dan pelaksanaannya. 


[Sumber : Kompas.com]
Baca Selengkapnya

Kamis, 03 Mei 2012

Ayo kita Dukung Mahasiswa FISIPOL UIR !!!



Oleh Fitria dan Sorta Maria Simanjuntak (FISIPOL UIR)
Forest and land fire is important issue in Indonesia, because it has many social, health, economic and environmental impacts. Analysis About Phenomenon of Forest and Land Gambut Fire in Riau Province is the goal for search solution of forest and land fire every years happening in Riau Province. The data use as input is data of forest and land Gambut fire at 2002 until the first 2008, of forest and land gambut fire at 2005 is the focus research. Data is explains the high of forest and land gambut fire because the less using of system technology information and comunication. With the advantage of software NOM from NOAA can be help goverment for detect hotspots at the distric and difficult locate is early. This software from NOAA giving the result capture and processing data from satellite is easy and complete. Advantage of system technology information and comunication is important to surpass of forest and land gambut fire in Riau Province.
Kebakaran hutan dan lahan merupakan masalah yang penting di indonesia, karena berdampak kepada sosial, kesehatan, ekonomi dan lingkungan. Analisa Tentang Fenomena Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut di Provinsi Riau merupakan karya tulis yang bertujuan untuk menemukan solusi dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi setiap tahunnya di Provinsi Riau. Data yang digunakan sebagai input dalam penulisan ini adalah data kebakaran hutan dan lahan gambut di Riau pada tahun 2002 hingga awal 2008, yang menjadi fokus utamanya adalah kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2005. Hasil dari pengolahan data tersebut menjelaskan bahwa tingginya kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Riau disebabkan oleh kurangnya pemanfaatan sistem teknologi informasi dan komunikasi. Dengan memanfaatkan piranti lunak NOM dari NOAA bisa membantu pemerintah dalam hal mendeteksi adanya hotspots di daerah yang rawan kebakaran dan daerah yang sulit dijangkau lebih dini. Perangkat lunak dari NOAA ini memberikan hasil penangkapan dan pemprosesan data dari satelit lebih mudah dan lengkap. Pemanfaatan sistem teknologi informasi dan komunikasi ini perlu di terapkan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan gambut di Provinsi Riau.
Kata Kunci : Kebakaran hutan dan lahan, NOM-NOAA  
Bagikan52
Bagi semua keluarga besar Universitas Islam Riau, mohon dukungan  mahsiswa UIR berprestasi..(Jurusan Kriminologi ini) dengan cara Like & Bagikan via Facebook dua alamat link facebook di atas !!!

Baca Selengkapnya

Jumat, 27 April 2012

Jangan Ada Lagi Sarjana Menganggur !!!


Untuk memastikan lulusan pendidikan tinggi terserap di dunia kerja, Menteri Tenaga kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar meminta agar mahasiswa mendapat kesempatan magang di dunia usaha sebelum lulus kuliah.
"Ke depan jangan ada lagi sarjana yang menganggur, caranya adalah dengan memberi kesempatan magang. Dengan demikian ia akan mendapat pengalaman kerja sebelum benar-benar mendapatkan pekerjaan," katanya usai acara Pencanangan Gerakan Penanggulangan Pengangguran dan Job Fair di Universitas Panca Budi Medan, Sabtu.
    
Ia mengatakan baru-baru ini pihaknya telah mencanangkan gerakan pemagangan nasional dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas calon tenaga kerja, serta lebih meningkatkan pelaksanaan pemagangan menjadi lebih intensif di Indonesia.
    
"Pelaksanaan pemagangan merupakan langkah konkrit pelaksanaan konsep link and match, yakni memastikan dunia pendidikan dan pelatihan selaras dengan kebutuhan dunia usaha, serta memastikan lulusan pendidikan terserap di pasar kerja," katanya.
    
Ia mengatakan manfaat program pemagangan dapat dirasakan oleh perusahaan, lembaga pelatihan, peserta magang, bahkan dapat meningkatkan kompetensi kerja yang profesional pada tingkat yang lebih tinggi dalam persaingan sumber daya manusia.
    
"Program pemagangan dapat membantu tenaga kerja secara cepat agar dapat terserap di pasar kerja, karena program ini memberikan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha, sekaligus menambah pengalaman kerja," katanya.
    
Sementara Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dalam kesempatan yang sama mengatakan pengangguran terbuka dewasa ini di daerahnya sudah mencapai angka 6,7 persen.
    
Meski jumlahnya masih dibawah rata-rata nasional, hal itu harus tetap menjadi perhatian semua pihak, baik pemerintah daerah, maupun dunia usaha. Karena peran dunia usaha dan dunia industri sangat strategis dalam menekan angka pengangguran.
    
"Peran dunia usaha sangat penting artinya dalam upaya menekan angka pengangguran, baik dalam pemagangan maupun perekrutan tenaga kerja baru," katanya. 



[Sumber : Kompas]
Baca Selengkapnya

Rabu, 18 April 2012

Kuliah di Selandia Baru Lebih Murah dari Australia


Pemerintah Selandia Baru mengundang lebih banyak lagi mahasiswa Indonesia untuk menuntut ilmu di negara itu, mengingat kualitas pendidikannya tidak kalah dengan Australia.

"Selama ini jumlah mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Selandia Baru hanya 700 orang, sementara di Australia capai 17.000 orang. Mereka mengharapkan lebih banyak lagi mahasiswa Indonesia belajar di Selandia Baru," kata Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat kepada pers di Jakarta, Selasa.
    
Hal tersebut disampaikan usai pertemuan Perdana Menteri Selandia Baru John Key dengan Wakil Presiden Boediono di Istana Wakil Presiden, yang juga dihadiri Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.
    
Menurut Yopie, Perdana Menteri Key mengatakan bahwa dilihat dari segi biaya untuk sekolah di Selandia Baru sebenarnya lebih murah juga biaya hidupnya, sementara dari segi kualitas tidak kalah dengan sistem pendidikan di Australia.
    
"Perdana menteri ingin sekali lebih banyak mahasiswa Indonesia sekolah di negaranya dan dia mengajak untuk itu," kata Yopie.
   
 Untuk memudahkan warga negara Indonesia menjadi mahasiswa di Selandia Baru, katanya, sudah disiapkan penerbangan langsung kedua negara tanpa transit di Australia.
    
"Kemarin sudah ada penandatanganan antara Garuda Indonesia dengan maskapai penerbangan setempat untuk melayani jalur penerbangan langsung kedua negara," katanya.


[Sumber : Kompas.com]
Baca Selengkapnya

Silahkan tinggalkan kritik, saran dan rekomendasi anda di sini.